Beliau mengajar, mendidik anak anak Nagari Padang Magek supaya pandai ilmu agama. Terutama membaca kitab suci Al-Qur'an.
Tampat beliau ini, silih berganti dikunjungi anak nagari, untuk melepas hajat, berdo'a dan memperingati hari besar Islam sejak dahulu.
Ini semua dilakukan mengingat jasa beliau yang telah menghabiskan hari hari kehidupannya mengajarkan ilmu Agama Islam kepada anak nagari.
Tersebut masyarakat Padang Magek, teguh memegang Islam, semua ini berhulu dari jasa beliau mengajari anak nagari seperti itu.
Tampat ateh duyan. Pada lokasi ini Ungku Ibrahin yang dulu tahun 1800-an, pernah tinggal berdiam di suraunya yang sudah tidak ada lagi. Makam Ungku Nuwar juga ada si tampat ini. Ungku Nuwar mengaji di surau baru bersama Tk. Salim Malin Kuning tahun 1980 s/d 1987. Beliau kelahiran 1967 dan meninggal 2014. Makamnya ramai dikunjungi murid muridnya hingga kini untuk berziarah.
Rekomendasi
Kawasan wisata religi Pondok Pesantren Darul Ulum, ini masih asli. Belum ada sentuhan modernisasi. Tidak ada restoran ataupun tempat foto selfi. Di sini juga tidak ada buah segar yang bisa dipetik. Tapi bila berkunjung ke Ponpes Darul Ulum Padang Magek, pengunjung akan merasakan sesuatu yang beda.
Pengunjung bisa lihat sekitar 300 orang berkelompok kelompok dari anak anak santri yang duduk melingkar, mereka membaca kitab bersama guru mereka di suraunya masing masing.
Pengunjung bisa menyaksikan bahkan mengukuti, mendengar dari dekat santri belajar. Tentu pula akan merasa sejuk di hati.
Editor : Berita Minang






