BATUSANGKAR - Wisata religi adalah wisata yang bertujuan untuk memperkaya wawasan keagamaan dan memperdalam rasa spiritual. Ini kesimpulan yang bisa disepakatai terkait pengertian wisata religi. Adapun asal usul dari wisata religi, entah siapa yang membuat dan mempopulerkan. Namun yang jelas, belakangan ini wisata religi menjadi tren baru yang digandrungi banyak orang.
Secara tiba-tiba istilah "wisata religi" menjadi semacam kesepakatan yang tak terkatakan. Namun diakui berbagai kalangan, mulai dari para penyedia armada wisata, pengelola kawasan ziarah wali, tokoh-tokoh masyarakat, dan masyarakat umum, baik pedesaan maupun perkotaan, mengakui bahwa wisata religi itu punya daya tarik tersendiri.
Masuknya Tahun Baru Islam 1442 H, kami menurunkan laporan tentang potensi wisata religi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Padang Magek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang dilakukan wartawan senior kami AS Patimarajo, sehari menjelang masuknya pergantian Tahun Baru Islam ke 1442 H.
Potensi Wisata Religi Darul Ulum.
Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Padang Magek memiliki sejumlah situs ziarah, yang mampu memperkuat wisata religi di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Hal ini bisa dilihat melalui sejumlah agenda peribadatan rutin tahunan maupun yang bersifat khusus atau memiliki keunikan dan nilai religi tersendiri, yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain.
Sementara itu, dalam pengembangan konsep wisata religi Pondok Pesantren Darul Ulum, melibatkan para kiai dan santri yang siap membantu masyarakat mendalami ilmu Al-Qur'an, hadits, tafsir, dan lainnya.
Kini Pesantren Darul Ulum telah mempersiapkan kelas-kelas khusus untuk belajar agama. Dalam hal ini pelajaran dan kedisiplinan pesantren pun turut diperketat. Semua itu dipersiapkan untuk melayani wisatawan religi yang berkunjung.
Wisata religi di Ponpes Darul Ulum ini juga memiliki beberapa alternatif waktu kunjungan, antara lain malam Rabu berbentuk zikir bersama, malam Jum'at wirid yasinan dan malam Ahad muhadarah santri.
Bagi masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu keagamaan bisa mondok (bermukim) di pesantren. Termasuk yang mendalami ilmu tasauf (tarekat syatariah) ditentukan saatnya dengan kesepakatan.
Editor : Berita Minang






