IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Amalan untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (1/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (1/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Beristigfar dan meminta ampunan kepada Allah, melakukan salat berjamaah, berdoa, dan selalu membaca Alquran dalam kehidupan sehari-hari adalah beberapa jalan untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (1/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.

"Perkembangan tentang informasi penutupan program studi marilah kita lihat secara bijak karena setiap bidang keilmuan selalu memiliki karakteristik dan memberikan manfaat sesuai bidang keilmuan tersebut," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.

Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni pada Jumat pagi ini.

Rektor Krismadinata, Ph.D.
Rektor Krismadinata, Ph.D.


Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. melalui ceramahnya bertopik "Amalan untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat," menyampaikan bahwa dakwah adalah untuk membahagiakan masyarakat dunia dan akhirat serta kenyataannya dalam doa-doa kita adalah kita selalu meminta kebahagiaan dunia dan akhirat.

"Dalam surat An-Nisa ayat 106, Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," jelas Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A.

Pada kesempatan itu Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. menjelaskan bahwa pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya untuk memohon ampun. Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah selamanya, sejak dahulu hingga kini dan masa mendatang, Maha Pengampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di dunia dan di akhirat.

Jamaah Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang.
Jamaah Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang.


"Untuk itu, setiap setelah selesai salat, maka selalulah melakukan istigfar untuk meminta ampunan kepada Allah. Setiap selesai salat janganlah beranjak dari tempat duduk salat kita dan lakukanlah terlebih dahulu istigfar," tukuk Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A.

Lebih lanjut Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. menyampaikan ada kisah terkenal mengenai Imam Ahmad bin Hanbal dan seorang penjual roti yang konsisten beristighfar. Kisah ini sering dikutip untuk menggambarkan keutamaan istighfar dalam mendatangkan rezeki dan kemudahan, di mana Imam Ahmad tergerak mengunjungi sebuah kota, diusir marbot dari masjid, dan akhirnya menginap di rumah penjual roti tersebut.

Jelas Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A., selama bertamu, Imam Ahmad mengamati bahwa penjual roti tersebut selalu melafalkan istighfar setiap kali menguleni adonan roti. Ketika ditanya, penjual roti mengaku semua doanya dikabulkan Allah, kecuali satu: ingin bertemu Imam Ahmad. Imam Ahmad terharu dan berkata bahwa istighfar penjual roti itulah yang menyebabkannya "diusir" dan dipertemukan dengannya.

"Cerita lainnya adalah Sya'ban (atau Sya'ban RA) adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki kebiasaan unik beribadah di pojok masjid dan tinggal jauh dari Masjid Nabawi. Ia dikenal istiqamah, saleh, dan kisahnya sangat masyhur terkait penyesalannya saat sakaratul maut, di mana ia berharap rumahnya lebih jauh agar mendapat pahala lebih besar," tambah Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A.

Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. juga menjelaskan bahwa Sya'ban selalu hadir sebelum salat subuh dan menempati pojok masjid agar tidak mengganggu jemaah lain. Pada saat sakaratul maut, ia memperlihatkan penyesalan bukan karena dosanya, melainkan karena ia melihat balasan surga yang begitu indah dan berharap ia bisa beramal lebih banyak lagi.

"Sya'ban menyesal mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi agar setiap langkah kaki menuju masjid bernilai pahala lebih besar. Ia juga menyesal mengapa tidak bersedekah lebih banyak, termasuk roti yang ia sedekahkan, berharap bisa memberi lebih," jelas Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A.

Kata Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A., dalam Surat Al-Baqarah Ayat 186 dijelaskan "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

"Allah menegaskan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya yang bertanya atau berdoa. Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa secara langsung tanpa perantara, menunjukkan hubungan personal dan intim, sekaligus memerintahkan hamba untuk memenuhi perintah-Nya dan beriman agar senantiasa berada dalam kebenaran," jelas Ustaz Dr. Yasril, S.Ag., M.A. (ET)

Editor : Ermanto
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777