IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ini Alasan, Kenapa ASI Nutrisi Terbaik Untuk Bayi

Foto Annisa Amalia Rahma
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Air Susu Ibu atau yang biasa disebut dengan ASI merupakan cairan yang diproduksi dari kelenjar susu ibu dan mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. ASI mengandung sekitar 87% air dan 13% sisanya mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sesuai dengan proporsi zat gizi yang diperlukan sehingga mudah dicerna oleh tubuh bayi. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa bayi idealnya hanya menerima ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan.

Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah bayi terserang penyakit, mendukung perkembangan otak dan fisik bayi, meningkatkan sistem imun bayi, serta dapat mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis pada bayi. Pemberian ASI eksklusif tidak hanya memberikan manfaat pada bayi tetapi juga bermanfaat bagi ibu, pemberian ASI dapat mengatasi rasa trauma pasca persalinan, meningkatkan kesehatan mental ibu dan dapat mencegah risiko kanker payudara dan ovarium.

Namun, seiring meningkatnya jumlah ibu bekerja, pemberian ASI perah menjadi semakin umum. Selain memastikan kecukupan produksi, ibu juga perlu memahami prosedur penyimpanan yang benar agar kandungan gizi dan komponen imunologis tetap optimal. Hal ini membuat pemahaman mengenai cara penyimpanan ASI menjadi sangat penting agar kualitas dan kandungan nutrisinya tetap terjaga.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
ASI yang baru diperah dapat bertahan sekitar 4 jam pada suhu ruang 27-32°C, dapat bertahan 6-8jam pada suhu ≤ 25°C, dapat bertahan 2-3 hari pada suhu 0-4°C, dan dapat bertahan selama 3-6 bulan pada suhu ≤ -18°C.

ASI yang sudah diperah kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca/plastik atau kantong ASI yang bebas Bisphenol-A (BPA free) dan sudah dilengkapi dengan double zipper untuk mencegah kebocoran ASI atau terkontaminasi kuman. Serta diberi label tanggal dan waktu pemerahan. ASI yang telah dicairkan dari freezer tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali karena dapat menurunkan kualitas dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Secara umum, ASI segar memiliki aroma khas yang ringan. ASI yang mulai rusak biasanya menunjukkan perubahan bau menjadi asam menyengat, rasa yang berbeda, atau perubahan warna yang tidak biasa. Lemak pada ASI akan berpisah dan tidak dapat bersatu kembali. Jika ASI telah melewati batas waktu penyimpanan atau menunjukkan tanda pembusukan, sebaiknya tidak diberikan kepada bayi demi mencegah gangguan pencernaan.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH