Akibat tanah terbal itu, terlihat sejumlah keretakan pada tanah di sekitar tanah terbal dan tembok dinding pembatas halaman Rusunawa pada bagian depan juga retak menganga.
Kesembilan, terlihat septik tank tanpa penutup memadai alias terkesan dibiarkan terbuka menganga yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan penghuni, khususnya anak-anak.
Ketika temuan diatas dikonfirmasikan kepada Kepala Bidang Perumahan Kawasan Permukiman pada Dinas Perkim & LH Kota Padang Panjang, Rahmon Nehdi, pada Jumat, (03/07/2020) pekan lalu, diperoleh jawaban yang cukup mencengangkan.
"Bangunan Rusunawa itu sebenarnya masih uji coba dan belum diserahterimakan ke kita. Jadi, selama uji coba itu kita isi dulu. Namun setelah diisi ternyata banyak masalah," ucapnya.
Dikatakannya, "karena belum diserahterimakan ke kita, kita tidak bisa mengalokasikan anggaran perbaikan kerusakan itu"
"Ada yang kita perbaiki juga dengan menggunakan dana PSU," kata Rahmon, namun tidak menjelaskan lebih rinci.
"Kenapa belum diserahterimakan bisa ditanyakan langsung ke SNVT di Padang," jawabnya.
Ketika ditanyakan masalah kekosongan sejumlah kamar, Rahmon mengatakan ada masalah pada IPAL.
"IPAL Rusunawa itu bermasalah dan sering macet. Karenanya kita stop dulu penerimaan penghuni baru," jawab Rahmon.
Editor : Berita Minang






