PADANG - Jurnalis Mongabay Indonesia, Jaka HB, kembali dipercaya memimpin Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Sumatera Barat untuk periode 2026–2028. Ia terpilih dalam Rapat Anggota yang digelar di kantor Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Sabtu (25/4/2026).
Dalam pernyataannya, Jaka berkomitmen untuk memperkuat peran SIEJ sebagai jaringan jurnalis yang aktif mengangkat isu-isu lingkungan hidup di daerah.
“Ke depan, kita ingin memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas pihak, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak karya jurnalistik lingkungan yang berdampak. SIEJ harus hadir sebagai ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama bagi jurnalis di Sumatera Barat,” ujar Jaka.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Kita bekerja sama dengan universitas-universitas di Sumatera Barat, serta organisasi masyarakat sipil seperti LBH Padang, Walhi Sumbar, YCM Mentawai, dan lainnya untuk penguatan advokasi dan wacana publik,” katanya.
“Seperti periode sebelumnya, kita bersama Walhi mendorong pemilihan kepala daerah yang pro lingkungan hidup. Selain itu, kita juga membantu diseminasi riset organisasi masyarakat sipil terkait kerusakan lingkungan dan kebijakan energi di Sumatera Barat,” ujarnya.
Sebagai organisasi profesi, Society of Indonesian Environmental Journalists menghimpun jurnalis yang berfokus pada isu lingkungan hidup di Indonesia. SIEJ mendorong praktik jurnalisme yang berkualitas, berbasis data, serta berpihak pada kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan.
Di tingkat daerah, SIEJ Simpul Sumatera Barat aktif menginisiasi berbagai kegiatan penguatan kapasitas dan kolaborasi. Beberapa di antaranya meliputi diskusi publik, pelatihan jurnalistik lingkungan, workshop investigasi, hingga liputan kolaboratif bersama organisasi masyarakat sipil dan lembaga riset.
Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan antara lain diskusi film bersama Trend Asia terkait isu biomassa di Mentawai di kampus UNP dan UMSB, diskusi hasil liputan bersama Depati Project, hingga kerja sama dengan PBHI Sumatera Barat dalam mengangkat isu pertambangan emas tanpa izin. Selain itu, kolaborasi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Barat juga dilakukan melalui konferensi pers, workshop liputan investigasi, media trip, serta diseminasi hasil liputan dan riset lingkungan.
Editor : Marjeni Rokcalva






