Ia juga menyinggung makna nama Masjid Musafir yang dinilai sangat relevan dengan program tersebut.
“Nama Masjid Musafir ini memiliki makna yang sangat tepat. Musafir adalah orang yang sedang melakukan perjalanan. Maka masjid ini diharapkan benar-benar menjadi tempat singgah yang ramah dan memberi kenyamanan bagi para musafir yang melintas di Kota Payakumbuh,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pada tahun 1447 Hijriah ini terdapat 18 masjid ramah pemudik di Kota Payakumbuh yang telah disiapkan dan seluruhnya berada di jalur jalan utama sehingga mudah dijangkau oleh para pemudik.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama bersama pemerintah daerah dalam memakmurkan masjid sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Editor : Medio Agusta






