PAYAKUMBUH - Memanfaatkan momentum bulan Suci Ramadhan 1447 H, sekaligus menimba ilmu dari Syaikh Sa'ad bin Yaslam Al-Khabari, guru Al-Qur'an dari Yaman, belasan Wartawan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota (Luak Limapuluh) yang tergabung dalam Balai Wartawan (BW) belajar ngaji di Mesjid Musafir Kota Payakumbuh.
Belasan Wartawan media cetak, online serta TV itu belajar ngaji, Jumat sore 6 Maret 2026. Mereka memilih belajar makhroj (makharijul huruf), yakni mempelajari tempat-tempat keluarnya bunyi huruf hijaiyah saat dilafalkan agar bacaan Al-Qur'an benar, fasih, dan tidak mengubah makna. Ini adalah bagian dari ilmu tajwid untuk memastikan huruf diucapkan dari lokasi yang tepat (tenggorokan, lidah, bibir, rongga mulut, atau hidung).
Ayat Al-Qur'an yang dipelajari makhrojnya adalah Ummu Al-Qur'an, Al-fatihah. Ketua atau pengurus Mesjid Musafir, Doddy Sastra, yang juga wartawan senior Kota Payakumbuh, apresiasi inisiatif anggota Balai Wartawan yang "tidak malu" untuk kembali belajar mengaji walau dimulai dari Al-fatihah.







