PADANG - Hakikat kurban dalam meningkatkan kinerja kita dalam pencapaian tridarma perguruan tinggi di Universitas Negeri Padang. Kita berkurban yang terbaik dalam kinerja untuk melayani bidang akademik kita kepada mahasiswa.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (8/5) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Kurban dalam pelayanan akademik kepada mahasiswa marilah kita laksanakan dengan penuh keikhlasan sehingga menjadi ibadah di sisi Allah," jelas Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. yang merupakan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. melalui ceramahnya bertopik "Hikmah Kurban untuk Peningkatan Kinerja," menyampaikan bahwa beberapa pekan ke depan kita akan memasuki hari raya iduladha dan juga melaksanakan ibadah kurban untuk ketakwaan.
"Kurban sebagai ibadah untuk ketakwaan sehingga kita dapat mewujudkan memberikan yang terbaik dalam beribadah," jelas Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag.
Lebih lanjut Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. menyampaikan tanggapan Habil ketika menghadapi ancaman pembunuhan dari Qabil adalah menunjukkan sikap yang sabar, bertakwa, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Jelas Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag., Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 27 menjelaskan "Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam,ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."
"Semangat kurban adalah semangat Habil jika dikaitkan dengan hakikat keikhlasan dan ketakwaan dalam ibadah kurban. Kisah Habil (dan saudaranya Qabil) adalah tonggak awal sejarah kurban manusia, yang mengajarkan nilai-nilai fundamental. Allah menerima kurban Habil karena didasari ketakwaan yang tulus, sedangkan kurban Qabil ditolak karena tidak ikhlas dan memberikan hasil terburuk," tambah Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag.
Pada kesempatan itu Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. menjelaskan Habil mencerminkan sikap rela dan taat, yang menjadi dasar utama dalam berkurban dan
semangat Habil adalah semangat memberikan yang terbaik, bukan yang tersisa, dengan hati yang bersih.
Selanjutnya jelas Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. perintah kurban Ismail adalah kisah ketaatan mutlak Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. "Kisah ini menjadi asal mula ibadah kurban pada Idul Adha, di mana Ismail menunjukkan kesabaran luar biasa dan Allah menggantinya dengan domba sebagai balasan atas keimanan mereka," tukuk Ustaz Prof. Dr. Ikhwan M., M.Ag. (ET)
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Hikmah Kurban untuk Peningkatan Kinerja
Berita Terkait






