PADANG - Kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan selalu dilaksanakan hingga saat ini sehingga sekarang akan didokumentasikan dalam bentuk buku beberapa jilid.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Sekretaris Universitas Prof. Dr. Erian Joni, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (23/1) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Pada saat ini Universitas Negeri Padang sedang menyiapkan reakreditasi Universitas. Untuk itu, Pimpinan Universitas meminta dukungan sivitas akademika untuk persiapan dan pelaksanaan reakreditasi, agar tetap unggul," harapProf. Dr. Erian Joni, S.Sos., M.Si.
Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Erian Joni, S.Sos., M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Jonli Romel, S.TP. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Pariwisata dan Perhotelan pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Jonli Romel, S.TP. dengan ceramahnya bertopik "Isra Mi'raj sebagai Inspirasi Iman yang Menguatkan, Ilmu yang Membebaskan, dan Empati yang Menyelamatkan" menyampaikan bahwa dalam riwayat meninggalnya Syakban pada masa Rasulullah di Madinah, Syakban adalah sahabat yang selalu salat Subuh ke masjid dalam perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya dengan pakaian yang sederhana merasakan nikmatnya dan indahnya surga; yang artinya Syakban adalah pejuang Subuh yang telah merasakan indah dan nikmatnya surga itu.
"Isra Mi'raj yang dilakukan oleh Rasulullah dengan perjalanan yang cukup jauh dan hanya dilaksanakan dalam satu malam adalah peristiwa kebenaran karena Rasulullah adalah diperjalankan oleh Allah," jelas Ustaz Jonli Romel, S.TP.
Lebih lanjut Ustaz Jonli Romel, S.TP. menjelaskan perjalanan Isra Mi'raj Rasulullah Muhammad Saw. adalah perjalanan yang penuh kasih sayang sebagai bentuk cinta Allah kepada Rasulullah.
"Perjalanan Isra Mi'raj Rasulullah bukan hanya untuk menjemput ibadah khusus salat di Sidratul Muntaha, tetapi Isra Mi'raj adalah perjalanan untuk keselamatan umatnya dunia dan akhirat sebagai bentuk kecintaan Rasulullah kepada umatnya," tambah Ustaz Jonli Romel, S.TP.
Pada kesempatan itu Ustaz Jonli Romel, S.TP. mengemukakan bahwa ketika Rasulullah menjelang wafat masih memikirkan tentang umatnya karena Rasulullah tidak rela umatnya masuk neraka sebagai bentuk kecintaan Rasulullah kepada umatnya.
Jelas Ustaz Jonli Romel, S.TP. lagi, ibadah salat adalah ibadah khusus yang langsung dijemput oleh Rasulullah menghadap Allah sebagai bentuk ibadah yang menentukan keselamatan umat kelak di akhirat. (ET)






