PADANG - Berhijrah dan bermuhasabah adalah hal yang sangat penting dalam kerangka mengevaluasi diri. Hal ini sangat penting khususnya terkait dengan evaluasi dan koreksi diri dalam peran kita sebagai sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (9/1) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Dengan evaluasi diri terkait aktivitas sivitas akademika Universitas Negeri Padang, kita dapat melakukan perubahan menjadi lebih baik pada masa depan," tambah Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. dengan ceramahnya bertopik "Berhijrah dalam Muhasabah, 5 Musuh pada Era Modern dan Digital" menyampaikan bahwa secara definisi kata hijrah bisa dimaknai perpindahan, tetapi sesungguhnya memiliki makna perubahan menjadi lebih baik.
"Kita perlu mengubah hati kita menjadi lebih baik. Dalam diri kita terdapat segumpal darah yang akan menentukan kehidupan masa depan. Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah kehidupan masa depan. Jika segumpal darah itu buruk, maka buruklah kehidupan masa depan," jelas Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc.
Pada kesempatan itu, Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. juga menyampaikan bahwa segumpal darah itu adalah hati dan juga seperti dalam Syair lagu "Jagalah hati jangan kau kotori; Jagalah hati lentera hidup ini; Jagalah hati jangan kau nodai; Jagalah hati cahaya Illahi.
Kata Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc., menjaga hati dan memelihara hati serta menjaga hati adalah hal yang sangat penting untuk perubahan kehidupan masa depan menjadi lebih baik. "Dalam kehidupan kita, hati adalah pengendali kehidupan seperti yang baik hati, yang buruk hati, yang sakit hati, yang rendah hati, yang tinggi hati, yang besar hati, yang hati-hati, dsb.," tambah Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc.
Lebih lanjut Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. menyampaikan bahwa salah satu dari lima musuh pada era modern dan era digital ini adalah minuman keras atau khamar istilah dalam Islam untuk minuman keras atau segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal, tidak hanya terbatas pada minuman dari anggur tetapi juga minuman atau zat lain (seperti alkohol, ganja, sabu) yang menimbulkan efek mabuk atau kecanduan, dan hukumannya diharamkan karena merusak akal, kesehatan, dan moralitas manusia.
"Musuh berikutnya adalah judi yakni dengan adanya taruhan. Judi melibatkan pertaruhan uang atau barang berharga atas hasil dari suatu peristiwa dengan kemungkinan yang tidak pasti. Hasilnya bergantung pada kesempatan, peluang, atau keterampilan yang tidak merata, dengan tujuan memenangkan uang atau hadiah tambahan," tukuk Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc.
Selain itu, Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. juga mengemukakan musuh berikutnya adalah kejahatan seksual, zina, LGBT dan hal ini adalah topik kompleks yang melibatkan isu hukum, sosial, moral, dan kesehatan di Indonesia.
"Orang yang beruntung adalah orang yang masa depannya lebih baik dari kehidupan hari ini. Untuk itu marilah kita berhijrah dengan melakukan perubahan yang lebih baik dari kehidupan hari ini," jelas Ustaz Irdha Yusra, S.E., M.Sc. (ET)







