IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Cegah DBD Meluas, Dinkes Pasbar Gencarkan PSN dan Penyelidikan Epidemiologi

Tim dari Dinas kesehatan melakukan Foging untuk mengendalikan penyebaran penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). (27/1) Foto : Dk
Tim dari Dinas kesehatan melakukan Foging untuk mengendalikan penyebaran penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). (27/1) Foto : Dk
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pasaman Barat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi (PE), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemeriksaan warga, hingga gotong royong di wilayah yang terindikasi kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mengatakan setiap laporan warga yang diduga mengalami DBD langsung ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.

“Setiap ada laporan warga yang mengalami demam dan terduga DBD, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan PSN. PSN sudah dilakukan dua kali, pada 10 dan 17 Januari 2026, di lokasi terindikasi,” ujarnya, Senin.

Menurutnya, PSN merupakan langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan DBD karena mampu memberantas jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik. Karena itu, PSN menjadi langkah utama pencegahan DBD,” jelas Gina.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selain PSN, Dinkes Pasaman Barat juga melaksanakan gotong royong bersama puskesmas, pemerintah nagari, dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan serta menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Fogging dijadwalkan dalam satu hingga dua hari ke depan bersama pemerintah nagari di wilayah Koto Gunung Sawah Maincat, Kecamatan Lembah Melintang,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinkes Pasaman Barat, hingga Januari 2026 tercatat 58 kasus DBD di seluruh wilayah Pasaman Barat. Dari jumlah tersebut, Puskesmas Tanah Salido melaporkan 14 kasus.

“Saat ini masih ada tiga pasien yang menjalani perawatan, satu orang dirawat di RS Yarsi dan dua orang di RSUD,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penetapan positif DBD harus melalui pemeriksaan darah, termasuk trombosit dan hematokrit.

Editor : Berita Minang
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH