PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pascabencana serta menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2026. Salah satunya dengan mengajukan permintaan suplai pangan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna memastikan kecukupan cadangan pangan daerah dalam tiga bulan ke depan.
"Sejumlah langkah intervensi telah kita siapkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Sumbar. Termasuk mengajukan permintaan tambahan cadangan pangan ke Bapanas. Selanjutnya kami mohon dukungan dari semua pihak," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan forum High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Kamis (22/1/2026).
Gubernur mengungkapkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar pada akhir November lalu telah mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang signifikan bagi daerah, dampak terparah terjadi pada sektor infrastruktur, pertanian, perkebunan dan perikanan. Dampak tersebut juga berpengaruh langsung terhadap produksi, distribusi, dan ketersediaan pangan di Sumbar.
Editor : EditorBeritaMinang






