Percayalah, bahwa apa yang kamu lihat di media sosial, tentang keberhasilan dan kesuksesan seseorang, mereka meraihnya dengan serangkaian cerita. Ada perjuangan panjang dan pengorbanan besar yang kita tidak mengetahuinya. Mereka tidak sekadar mengorbankan waktu, tapi tenaga bahkan bertaruh nyawa. Kadang mereka mengorbankan kesenangan-kesenangannya. Tidak ada kesuksesan lahir dalam semalam. Semuanya butuh proses. Meski, ada yang cepat ada pula yang lambat meraihnya.
Jika kita melihat di TV, Lionel Messi atau Christiano Ronaldo yang pernah menjadi idola dunia. Pencapaian yang mereka raih dengan proses yang panjang. Berkat ketekunan, kerja keras dan semangat pantang menyerah mereka bisa mewujudkan mimpinya. Hal yang sebenarnya saya tahu, tapi tidak saya pikirkan baik-baik.
Pada awalnya, saya tumbuh dalam budaya yang sangat menghargai hasil. Sejak kecil, saya diajari bahwa keberhasilan adalah nilai tertinggi di rapor, peringkat teratas di kelas dan target yang tercapai tepat waktu. Kalau hasilnya bagus, pujian pun datang. Namun kalau hasilnya buruk, sindiran, cacian dan hinaan yang menghinggapi. Akhirnya, itu pernah mencari cara hidup untuk meraih impian yang diinginkan.
Saya baru menyadari harus menikmati langkah-langkah kecil yang diambil dan dijalani adalah saat memasuki usia dewasa. Pemicunya adalah kegagalan demi kegagalan yang saya alami. Waktu itu, segala yang saya kerjakan kandas. Banyak proyek tidak berjalan dan hidup saya berada di titik nadir. Terlambat, mungkin iya, tapi mungkin juga tidak. Bisa jadi, itulah baru masanya.







