IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Senandung Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, Bertahan Hidup Sejak 1930

Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, dibangun sejak 1930 dan meracik kopi Robusta sejak 1952. Foto: Iyos
Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, dibangun sejak 1930 dan meracik kopi Robusta sejak 1952. Foto: Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selama proses penumbukan hingga menjadi serbuk, Kopi Cap Teko tidak mengandung campuran lain, tapi murni 100 persen kopi asli jenis robusta.

Candra Wilson, melanjutkan, ditengah pandemi covid-19 Ini usaha Kopi Cap Teko juga mengalami penurunan omset penjualan, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan, masih ada sedikit keuntungan untuk membayar 8 orang pekerjanya.

Tidak seperti masa jayanya ditahun 80 an hingga tahun 2000, pemasaran Kopi Cap Teko sudah merambah berbagai provinsi di Indonesia bahkan dampai kenegeri seberang dengan perolehan keuntungan signifikan karena pasar terbuka luas dengan mempertahankan mutu dan kualitas kopi robusta tanpa campuran alias asli.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kini, Kopi Cap Teko terus menghadapi gempuran persaingan pasar yang kompetitif. Tetapi bagi H.Erman dan penerusnya generasi ketiga Candra Wilson tak perlu jadi persoalan sejauh konsistensi dan persoalan mutu serta kualitas tetap dipertahankan sesuai tradisi rasa khas kopi robusta ala Cap Teko. Hanya saja, produksi mulai dibatasi untuk efesiensi dengan hanya memasarkan kopi Cap Teko ke pasar-pasar tradisional di Provinsi Jambi, Sumatera Barat, dan provinsi lainnya.

Ditengah kondisi saat ini, produksi dibatasi hanya sekitar 500 kg per minggunya yang bubuknya langsung dikemas langsung dengan kemasan plastik standar kesehatan agar lebih higienis. Harga per kilogramnya di bandrol Rp 55 ribu dengan 3 varian kemasan terdiri dari 50 gram, 100 gram, dan 200 gram per bungkus.

Saat ini, Pabrik kopi kincir air cap teko mampu menyerap tenaga kerja 8 pekerja, terdiri dari 2 tukang sangrai atau randang, 2 orang pengayak, dan 3 orang tukang bungkus atau kemasan, dan 1 orang penjaga toko sebagai pusat pernjualan produksi. Mereka di gaji Rp 100 ribu untuk harian, dan borongan Rp 500 untuk setiap 1 kg hasil ayakan. Mereka bekerja dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00 wib setiap hari. (***)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777