IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Senandung Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, Bertahan Hidup Sejak 1930

Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, dibangun sejak 1930 dan meracik kopi Robusta sejak 1952. Foto: Iyos
Kincir Tua Kopi Cap Teko Silungkang, dibangun sejak 1930 dan meracik kopi Robusta sejak 1952. Foto: Iyos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sejak Lukman yang terkenal dengan sebutan Lukman Kincir wafat pada tahun 1970, usaha kopi tetap berjalan dilanjutkan generasi keduanya H.Erman Lukman dan Azwi Lukman. Menurut Erman Lukman, kopi Cap Teko memiliki keunikan, yakni, kopi yang tak boleh dicampur dengan zat lain agar memberi sensasi rasa asli tradisional robusta yang akan memanjakan para penikmat kopi hitam.

Penuh ekspresi, H.Erman Lukman ketika itu menceritakan, kincir penumbuk kopi ini dibangun ayahnya pada pertengahan tahun 1930. Disaat koloni Belanda masih bercokol dengan hegemoninya yang menguasai tanah air Indonesia.

Ceritanya, tutur Erman, kincir tersebut dirancang dan dirakit sendiri ayahnya dengan menggunakan kualitas kayu kelas satu yang kala itu mudah ditemukan dikawasan perkampungan.

Awalnya, lanjut cerita Erman, kincir yang dirakit ayahnya bertujuan membantu petani yang butuh proses penggilingan padi. Sebab, pada zaman itu rakyat Nagari Silungkang banyak berprofesi sebagai petani padi ditengah hamparan sawah yang cukup luas, selain sebagiannya menjadi perajin tenun dan songket. Peluang inilah yang menginspirasi Lukman Kincir berhasil merealisasikan mimpinya membuat kincir air. Sehinga nama "Kincir" lantas disematkan orang dibelakang nama aslinya yakni "Lukman Kincir".

Seiring perubahan zaman, sawah yang cukup luas dengan hamparan padi menguning mulai tergerus migrasi penduduk. Persawahan tersebut terdegradasi oleh pembangunan perumahan yang terus tumbuh.

Sehingga kincir air milik Lukman Kincir tak hanya digunakan untuk penumbuk padi, tapi juga tempat penumbukan biji kopi pada tahun 1950, dengan penjadwalan setiap Senin hingga Sabtu penumbukan padi, dan Ahad-nya khusus penumbukan biji kopi.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Namun sekarang, kincir Kopi Cap Teko milik H.Erman Lukman khusus digunakan untuk penumbukan kopi semata.

Proses biji kopi hingga menjadi serbuk kopi dilakukan secara manual. Mulai dari proses pemilihan biji kopi, kemudian di sangrai atau istilah Erman di randang selama 1 jam dengan suhu panas tertentu. Setelah itu disemai untuk didinginkan sebelum dimasukan keruang penumbukan atau kedalam lesung.

Terpisah, Candra Wilson, penerus Kopi Cap Teko Tulen generasi ketiga ini menambahkan, sebelum direndang, biji kopi di sortir terlebih dahulu untuk memisahkan jika ada benda atau kotoran lain didalam tumpukan biji kopi.

Setelah disortir lalu ditumbuk halus dan di ayak atau saring halus guna memisahkan gilingan kasar dan yang halus.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777