Kesibukan menjadi Ketua DPRD tidak membuat Also lalai menuntut ilmu di perguruan tinggi. Ia juga rajin dan tekun kuliah ke jenjang pendidikan pasca sarjana. Usai menamatkan gelar magister hukum tata Negara (M.Hum) di penghujung jabatan pertama sebagai wakil rakyat di 2003, ia berhasil menamatkan gelar magister managemen (MM) di sebuah perguruan tinggi ternama di Padang, tahun 2006.
Begitulah, karier politik wartawan yang lahir di Gurun Panjang, Bayang, Pesisir Selatan, 14 Mai 1969 itu, terus bersinar, Berbagai penghargaan ia raih selama menjadi wakil rakyat. Diantaranya, 10 Tokoh Terbaik Sumatera Barat Versi Tabloid Publik Padang tahun 2006, Leader Award Versi Tabloid Zaman Padang (2008), Peduli Pendidikan Versi Tabloid Serambi Pos Padang.
Menjelang berakhir masa jabatan sebagai Ketua DPRD Pesisir Selatan, Also tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berkiprah lebih tinggi sebagai politisi nasional. Ia memilih jalur senator alias anggota DPD RI utusan Sumbar di Pemilu 2009. Rakyat Sumbar yang melihat kiprahnya selama menjadi ketua dewan, mempercayakan satu kursi dari empat kursi yang ada kepada Alirman Sori. Dan resmilah ia menjadi politikus level nasional.
Tahun 2009 Alirman Sori, dilantik menjadi senator daerah Sumatera Barat di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2009-2014. Kiprah sebagai politikus nasional dimulai dari Gedung Senayan Jakarta. Ia terpilih bersama tiga putra terbaik Sumbar lainnya sebagai anggota DPD RI, yakni Irman Gusman, Emma Yohanna dan Zairin Kasim.
Tentu berbeda banyak menjadi anggota DPRD dengan DPD RI. Tapi, itu menjadi tantangan tersendiri bagi Also, dan ia sangat suka dengan kondisi seperti ini. Lelaki yang memang suka bekerja sungguh-sungguh sejak jadi Wartawan di Harian Singgalang ini, tekun pula mempelajari tugas pokok dan fungsi sebagai seorang senator di Indonesia.
Berbekal pengalaman sebagai Ketua DPRD, Also menjadi sosok yang diperhitungkan di kancah senator nasional. Ia banyak belajar pada pendahulunya, seperti Irman Gusman, yang pada periode yang sama dengannya, mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPD RI. Karier politik Irman yang mentereng tersebut, menjadi pemacu dirinya untuk bisa berperan besar pula di DPD RI.
Tahun-tahun selanjutnya, sejumlah jabatan strategis di DPD RI ia pegang. Puncaknya, Also dipercaya menjadi Ketua Komite I DPD RI sebanyak dua kali, yakni di periode 2013-2014 dan 2012-2013. Tak hanya itu, sebelumnya ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pansus UU M3, MPR, DPR, DPD, DPRD (2012), Ketua Pansus Tatib DPD RI (2014). Sebelum menjabat sejumlah jabatan penting, ia juga menjadi Wakil Ketua Komite I DPD RI (2011-2012) dan Wakil Ketua Tim Litigasi DPD RI 2012.
Tak hanya sebagai senator, lalaki yang suka sekali menimba ilmu ini, kembali mengambil program doktoral (S-3) Ilmu Hukum Tata Negara di S-3 di Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.
Ketika Pemilu 2014, lelaki peraih dua gelar magister berbeda ini, boleh dikatakan sedikit tidak beruntung dan tidak terpilih lagi sebagai Anggota DPD RI periode 2014-2019. Namun hal ini tidak membuatnya patah arang. Karena banyak "PR" yang menunggunya setelah tak lagi menjadi anggota DPD RI, terumatama menyelesaikan disertasi doktornya yang sedang terbengkalai.
Editor : Berita Minang






