"Untuk yang pertama, DAU bebas, dapat dilakukan efisiensi sebesar Rp 20,5 miliar. Dimana, sebanyak Rp12,15 miliar hasil efisiensi itu digunakan untuk tambahan Belanja Tidak Terduga atau BTT, dan sebanyak Rp8,35 miliar sisanyaN diposkan di Dinas Pekerjaaan Umum (PU). Sehingga, Dinas PU yang nyaris zonk program dan kegiatan pada tahun, kini kembali mendapat angin segar," kata Fajar Vesky ketika dikonfirmasi ulang wartawan pada Sabtu (10/5/2025).
Sedangkan untuk yang kedua, yakni DAU yang diarahkan, Fajar Rillah Vesky mengaku, belum mendapatkan data berapa total efisiensinya. "Tapi yang jelas, hasil efisiensi dari DAU diarahkan ini, dikembalikan dalam bentuk program dan kegiatan di seluruh OPD di Limapuluh Kota. Paling banyak itu Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," kata Fajar yang merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Limapuluh Kota.
*Gunakan Pergeseran DAU Bebas Untuk Pengendalian Inflasi dan Perbaikan Jalan*
"Fraksi Partai Golkar mengingatkan, agar BTT sebesar Rp14,65 miliar dalam APBD Limapuluh Kota setelah pergeseran anggaran, tidak hanya digunakan untuk tunda bayar kegiatan Dinas PU tajun 2024, tidak hanya untuk Silfa DAK fisik dan non fisik, tidak hanya untuk Silfa BLUD, tidak hanya untuk RSUD Achmad Darwis, dan tidak hanya untuk Silfa DBH sawit. Tapi perlu dialokasikan untuk pengendalian inflasi dan untuk perlindungan Koperasi UMKM, sesuai amanat Permendagri 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025," kata Fajar Vesky.
Kemudian, untuk hasil efisiensi DAU bebas sebesar Rp8,35 miliar yang direncanakan akan digunakan untum Dinas Pekerjaan Umum, Fajar Vesky mewakili Fraksi Partai Golkar meminta, agar anggaran sebesar Rp8,35 miliar itu dapat dialokasikan untuk rehab/rekon jalan kabupaten dan tambahan anggaran pemeliharan jalan kabupaten. Terutama untuk jalan-jalan kabupaten yang kerusakannya sudah sangat parah dan viral di media massa maupun media sosial.
Editor : Medio Agusta






