Sebelumnya, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, bersama Wakil Bupati Solok Selatan, Wakil Bupati Pasaman, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh serta goweser Kota Payakumbuh melakukan gowes yang dimulai dari rumah dinas wali kota menuju kawasan wisata Batang Agam yang memanjakan mata, kemudian finish di GOR tipe B Tanjuang Pauh.
Kenapa GOR tersebut dinamakan Nan Ompek?
Berdasarkan falsafah adat Minangkabau yang berpangkal dari nilai dasar adat Minangkabau yang empat, yaitu budi, akal, ulemu, mungkin dan patut.
Sebelum islam masuk, falsafah adat Minangkabau adalah adat basandi alua, rumah basandi batu. Dan setelah islam masuk, membawa ajaran syara' yang empat, yaitu hakekat, tarekat, ma'rifat dan syari'at. Dan setelah itu falsafah tersebut diganti dengan syara' mangato, adat mamakai.

Selain filosofi diatas, penamaan ini juga dianugerahi dari gelar Wali Kota Payakumbuh sebagai pemimpin daerah yang telah menggagas berdirinya GOR ini sebagai Datuak ka Ompek Suku. Dan secara geografis GOR ini berada di Kanagarian Koto Nan Ompek.
"Alhamdulillah, akhirnya GOR tipe B kita ini sudah diberi nama. Mudah-mudahan gedung ini bisa dimanfaat dan masyarakat kita juga semakin bugar dengan sarana olah raga ini," kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat peresmian nama GOR tipe B di Tanjung Pauh, Rabu (07/09) sore.
Dikesempatan itu juga Wako Riza Falepi juga melukan peletakan batu pertama pembangunan arena sepatu roda yang berlokasi disebelah GOR Nan Ompek.
"Semoga dengan fasilitas olah raga yang telah kita bangun bersama ini bisa melahirkan atlit-atlit yang terus mengharumkan nama Kota Payakumbuh," harapnya.
Editor : Berita Minang






