Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk beroleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)
Nah, makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai alasan adanya pertumbuhan dan perkembangan harta.
Lebih luas kewajiban membayar zakat itu melahirkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa.
Jiwa siapa? Jelas jiwa orang orang kaya yang yang mengeluarkan zakat (kewajibannya).
Al-Quran dengan tegas menyebutkan, "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka" (QS. at-Taubah [9]: 103).
Dalam kitab al-Hw, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu. Kemudian menurut sifat-sifat tertentu untuk diberikan kepada golongan tertentu pula.
Acap kali kita mendengar asnaf lapan. Siapakah yang termasuk asnaf atau golongan delapan tersebut?
Sebagai instrumen yang masuk dalam salah satu Rukun Islam, zakat tentu saja memiliki aturan mengikat dari segi ilmu fiqihnya, salah satu diantaranya adalah kepada siapa zakat diberikan.
QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentua ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:







