Dimana para anak-anak yatim piatu yang ada di panti tersebut menuangkan rasa gembira mereka dengan kegiatan, tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, ambil uang dalam tepung dan menuangkan air dalam piring keteman yang berada dibelang.
Menurut pengasuh panti Baitul Makmur, Afifudin, anak-anak yang tidak berayah maupun beribu itu, terlihat sangat gembira. Mereka semua melupakan kesedihan dan kegalauan sebagai anak yang saat ini berada disebuah panti asuhan.
" Di saat memeriahkan hari kemerdekaan, anak-anak yang tidak berayah, beribu dan hidup dalam kekurangan itu, sepertinya luap dalam kegembiraan, " ungkap Afifudin.
Mereka harus optimis untuk meraih masa depan, dan pantang terhalang oleh kekurangan yang sedang mereka hadapi. Karena menggapai masa depan melalui kesempatan untuk mendapatkan hak mengikuti pendidikan mendapatkan pelayanan kesehatan serta hidup yang layak, merupakan suatu keharusan atau hak mereka ditengaj kemerdekaan Republik ini, " harap Afifudin.

Aksi anak-anak Panti Asuhan Baitul Makmur, Solsel mengambil uang dalam tepung dalam rangka memeriahkan hut RI ke 75 . Foto Afrizal A
Bahkan, salah seorang anggota Dan Ramil 03/Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu, Serda. Oesman Gumandra turut bergerilya selama beberapa hari jelang puncak Hut RI ke-75 ini keberbagai pelosok kampung, untuk memantau dan sekaligus memotifasi warga masyarakat untuk menaikan bendera merah putih dihalaman rumah warga.
Bahkan dengan sukarela, Oesman turut membantu memberikan bendera pada warga masyarakat yang tidak punya bendera merah putih.
" Kita menghimbau dan sekaligus membantu masyarakat untuk menaikan bendera di depan rumah mereka, bahkan yang tidak punya bendera kita kasih bendera secara gratis, " ungkap Oesman.
Editor : Berita Minang






