Kejadian tersebut semakin parah sejak seminggu terakhir, terutama menjelang malam dan malam hari karena tingginya gelombang laut.
"Abrasi dan pasang laut tidak kali ini saja terjadi di Dusun Muaro, bahkan ketika saya masih remaja kejadian ini juga terjadi hingga saat ini dan secara berturut-turut terjadi minimal per 11 tahun sekali," katanya lagi.
Ditambahkan terakhir abrasi pantai menimpa warga Muaro pada tahun 2014 lalu, namun tidak sebesar ini.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Ia mewakili masyarakat setempat berharap batu penahan ombak segera dibangun di lokasi sehingga dusun tersebut aman dari abrasi dan pasang laut. (RND)
Penulis / Wartawan: Marjeni Rokcalva
Editor:
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Marjeni Rokcalva dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





