Kejadian tersebut semakin parah sejak seminggu terakhir, terutama menjelang malam dan malam hari karena tingginya gelombang laut.
"Abrasi dan pasang laut tidak kali ini saja terjadi di Dusun Muaro, bahkan ketika saya masih remaja kejadian ini juga terjadi hingga saat ini dan secara berturut-turut terjadi minimal per 11 tahun sekali," katanya lagi.
Baca juga: 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi Sumbar Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Indonesia-Belanda
Ditambahkan terakhir abrasi pantai menimpa warga Muaro pada tahun 2014 lalu, namun tidak sebesar ini.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ia mewakili masyarakat setempat berharap batu penahan ombak segera dibangun di lokasi sehingga dusun tersebut aman dari abrasi dan pasang laut. (RND)
Editor :







