Mahyeldi mengungkap, Pemprov Sumbar telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi strategis untuk persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Di antaranya, mengajukan permintaan suplai cadangan pangan ke Bapanas, melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah dan operasi pasar, menjaga kelancaran distribusi pangan.
Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat kerja sama antar daerah, mengawasi praktik penimbunan dan spekulasi harga, serta melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan daya beli. Hal tersebut dilaksanakan untuk menekan laju inflasi dan menjaga ketersediaan pangan di Sumbar jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
High Level Meeting TPID tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sumbar, serta bupati dan wali kota se-Sumatera Barat. (adpsb/rmz/bud)
Editor : Ade MS







