Lebih lanjut Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, geopark nasional Sianok-Maninjau, memiliki sejarah cukup panjang. Pemko Bukittinggi akan mengupayakan kawasan ini, untuk menjadi kawasan Unesco Global Geopark. Upaya ini menjadi langkah mendatangkan tamu yang lebih besar untuk masuk ke Kota Bukittinggi.
“Bukittinggi merupakan kota tamu. Harus banyak event yang dilaksanakan, salah satunya Minang Geopark Run, yang akan dijadikan kalender pariwisata Bukittinggi. Sport Tourism akan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Ramlan.
Dikatakannya, Awalnya event ini akan diadakan akhir November 2025. Namun, karena ada bencana di Sumbar, kegiatan ini ditunda hingga 21 Desember 2025, karena sudah ada kontrak yang berkaitan dengan anggaran dan harus dilaksanakan di tahun 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, menyampaikan apresiasi kegiatan Minang Geopark Run, yang kembali dilaksanakan dengan tema Sumbar Bangkit. Infrastruktur memang menunggu lama, namun kebangkitan ekonomi harus dipercepat. (Yus/Adv)
Editor : Marjeni Rokcalva






