Ketua tim, Prof. Dr. Rahadian Zainul, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan juga upaya membangun semangat kewirausahaan. “Kami ingin ibu-ibu KWT mampu mengembangkan usaha rumahan berbasis kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. Harapannya, produk VCO dan sabun herbal buatan Nagari Sikabu dapat menjadi ikon lokal dan kebanggaan daerah,” ujarnya.
Tahapan Pelaksanaan Program
Pelatihan dilaksanakan secara terstruktur selama tiga hari. Hari pertama, 16 Juli 2025, difokuskan pada pengenalan manfaat Virgin Coconut Oil (VCO) beserta keunggulannya dibanding minyak kelapa tradisional. Peserta kemudian mengikuti demonstrasi proses ekstraksi santan menggunakan metode modern dan melakukan praktik langsung pembuatan VCO dengan bimbingan tim.
Hari kedua, 17 Juli 2025, para peserta melakukan penyaringan VCO hasil produksi sebelumnya untuk memastikan kualitas tetap jernih dan higienis. Pada hari ini, mereka juga dilatih membuat sabun herbal berbahan dasar VCO, mulai dari pengenalan bahan, pencampuran, hingga pencetakan sabun. Sesi ini menjadi salah satu yang paling menarik karena peserta dapat melihat langsung potensi turunan VCO sebagai produk bernilai tambah.
Hari ketiga, 18 Juli 2025, difokuskan pada pengeluaran sabun dari cetakan, observasi hasil, serta pengemasan sederhana. Peserta juga mendapat arahan mengenai strategi pemasaran dasar, pentingnya branding produk, dan peluang penjualan melalui jaringan lokal maupun media sosial. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa produk olahan kelapa dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif.
Setiap sesi dilengkapi dengan tanya jawab, diskusi, dan evaluasi untuk memastikan pemahaman peserta. Metode ini menjadikan kegiatan lebih interaktif dan aplikatif, sehingga ibu-ibu KWT tidak hanya menerima teori, tetapi benar-benar mengalami proses pembelajaran dari awal hingga akhir.
Dampak dan Hasil yang Dicapai
Program pelatihan ini membawa dampak nyata bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sikabu. Dalam waktu singkat, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan, khususnya terkait teknik pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah. Jika sebelumnya mereka hanya mengenal cara tradisional dalam menghasilkan minyak kelapa, kini mereka mampu memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang jernih, higienis, tidak mudah tengik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
Selain menghasilkan VCO berkualitas, para peserta juga berhasil mengolahnya menjadi produk turunan berupa sabun herbal. Produk ini dinilai memenuhi standar dasar dari segi kebersihan, tekstur, dan aroma, sehingga layak dikembangkan lebih lanjut sebagai komoditas unggulan nagari. Sabun herbal VCO memiliki keunggulan ramah lingkungan, aman bagi kulit, dan berpotensi menarik minat konsumen, baik di tingkat lokal maupun di pasar yang lebih luas.
Editor : Marjeni Rokcalva






