Menurut Hendry, Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, namun dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan kekuatan fisik.
“Hasil labor terakhir, HB kuda ini tinggi, terjadi juga pembengkakan di bagian kaki. Bahkan mendapatkan infus sebanyak dua botol. Kematiannya sudah kami laporkan ke Bapak Wali Kota, selanjutnya dikubur bersama tim forensik dan labor hewan. Beberapa bagian tubuh akan diambil untuk pemeriksaan,” ungkapnya.
Kematian Fort De Kock Hill, menimbulkan kesedihan tersendiri dari mantan Wali Kota Bukittinggi, Djufri yang langsung mendatangi kantor Puskeswan milik dinas pertanian. Kuda ini dibeli sejak 2008 oleh Wali Kota saat itu, Bapak Djufri dengan harga Rp 800 juta.
Fort De Kock tercatat memiliki banyak keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatra Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.
Editor : Medio Agusta






