BUKITTINGGI - Setelah melalui perawatan dalam dua minggu terakhir karena menderita deman, nyawa kuda pejantan tangguh Kuda Fort de Kock Hill, pejantan milik Pemerintah Kota Bukittinggi, dinyatakan mati, Kamis (10/07).
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial Kembali Melakukan Bedah Rumah Untuk Tingkatkan Kualitas Hi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Hendry, membenarkan kabar tersebut, kuda Fort De Kock Hill, mati sekitar jam 11.30 WIB dalam usia 19 tahun.
Kabar duka,matinya kuda Fort De Kock Hill asal Australia milik Pemko Bukittinggi itu, membuat pecinta pacuan kuda Bukittinggi dan Sumatra Barat, merasakan kehilangan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Kami belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan kuda satu-satunya aset Pemko dan telah menjadi bibit sejumlah kuda pacu terbaik di Bukittinggi bahkan Sumatra Barat. Informasi yang disampaikan, dua minggu terakhir, kuda ini memang mengalami gejala demam,”jelas Hendry Kadis Pertanian dan Pangan Bukittinggi kepada awak media.
Editor : Medio Agusta







