6. Babalai Bamusajik, balai memiliki fungsi sebagai tempat bermusyawarah dan mufakat, musajik atau surau menjadi tempat ibadah.
7. Bapandam Bapakuburan, memiliki lokasi pusara sebagai tempat menguburkan kelompok masyarakat, yang memiliki sifat berdasarkan kaum dan suku.
Lalu kita di arah kan untuk turun tangga dan disambut dengan perhiasan perhiasan adat Minangkabau, Musium Adityawarman mengoleksi ratusan perhiasan, beberapa koleksi terbuat dari batu, tanah liat,kayu, emas, perak, tembaga, loyang dan lainnya. Perhiasan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Terdapat banyak jenis perhiasan yang di pamerkan yaitu sunting, kalung, gelang dan lain sebagainya, semua disusun sesuai urutan pemakaiannya.
Di dalam ruangan perhiasan dituliskan juga cerita dan cara pembuatan perhiasan.
Di dalam ruangan yang berbeda terdapat juga bumbu-bumbu masakan khas Minangkabau, cara memasak masyarakat Minangkabau, alat memancing yang di gunakan masyarakat Minangkabau, miniatur bendi, alat musik tradisional Minangkabau dan juga ada fosil manusia purba beserta peralatannya.
Di dalam musium Adityawarman juga ada miniatur candi Borobudur dan candi Prambanan, tak hanya itu miniatur hewan-hewan juga ada di dalam musium Adityawarman.
Musium Adityawarman sangat membantu masyarakat dan membantu mahasiswa Sastra Daerah Minangkabau seperti saya untuk dapat mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Minangkabau.
Jika ingin mengunjungi Musium Adityawarman, musium tersebut beralamat kan Jl. Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kec. Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25114 , buka pada pukul 9 pagi sampai dengan pukul 4 sore dan setiap hari senin musium Adityawarman tutup. (***)
Editor : Marjeni Rokcalva






