MUSEUM Adityawarman adalah museum yang menjadi tempat wisata bagi masyarakat yang berada di kota Padang, tidak hanya warga lokal, warga negara asing juga terlihat berkunjung kedalam musium Adityawarman. Tiket masuk ke dalam musium hanya 5000 rupiah saja, dengan membayarkan uang 5000 rupiah kita sudah dapat masuk ke dalam musium Adityawarman, tidak hanya melihat isi dalam musium, masyarakat juga di perbolehkan untuk piknik di area taman musium Adityawarman.
Musium Adityawarman memiliki bentuk seperti rumah gadang, rumah gadang adalah rumah adat sumatera barat, yang memiliki atap seperti tanduk kerbau yang biasa di sebut dengan bagonjong. Musium Adityawarman yang terletak di Jalan Diponegoro Padang ini, menampilkan sejarah dan budaya Minangkabau, untuk mengenalkan daerah Sumatera Barat yang memiliki sejarah panjang. Sebelum masuk ke dalam musium terdapat beberapa patung yang terletak di depan tangga masuk, salah satunya patung seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berdiri di sebelah tangga masuk dan patung perempuan terlihat memegang carano, patung tersebut dibuat didepan pintu masuk seakan menyambut ke datangan pengunjung.
Saat memasuki musium, pengunjung di sambut dengan miniatur peta Musium Adityawarman, di dinding sebelah kanan terdapat lambang kota kota di Sumatera Barat dan di dinding sebelah kiri terdapat foto dan penjelasan musium musium yang ada di Sumatera Barat.
Pengunjung di arahkan untuk masuk ke dalam ruangan sebelah kanan dahulu, pada bagian sebelah kanan terdapat penjelasan penjelasan tentang minangkabau yang ditulis dengan menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Di dalam musium Adityawarman terdapat penjelasan terhadap Prasasti (Peninggalan sejarah yang memberikan kronologi suatu peristiwa), kebudayaan Minangkabau (kebudayaan Sumatera Barat yang memiliki pengaruh kuat oleh agama, hindu Budha dan Islam), Kerajaan Melayu (kerjaan yang ada pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga, orang Melayu diduga orang pesisir Kalimantan yang berkembang ke Sumatera dan Semenanjung Malaya), Adat (nilai-nilai lelulur di Sumatera Barat di bersifat mutlak semenjak disepakati ajaran agama Islam), Filologi, Arkeologika, Masjid dan Surau.
Bukan hanya penjelasan tentang minangkabau, tetapi juga ada miniatur cara maminang, batimbang tando dan pernikahan.
Maminang adalah meminta secara resmi persetujuan pernikahan anak dan kemenakan kedua belah pihak dalam keluarga di Minangkabau, di dalam acara maminang pihak perempuan biasanya membawa carano, berisikan sirih, pisang, nasi lamak, kue dan lain sebagainya.
2. Batimbang Tando
Batimbang Tando adalah acara bertunangan, acara tersebut dilakukan pertukaran tanda sebagai simbol dari sebuah perjanjian. Disemua daerah memiliki cara batimbang tando yang berbeda-beda, perlengkapan yang harus di bawa saat batimbang tando adalah cincin emas, rupiah emas, kain balapak dan lain sebagainya.
Editor : Marjeni Rokcalva






