IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Duet Mahyeldi-Audy Terus Berjuang Untuk Infrastruktur Sumbar dan Berbuah Manis

Gubernur Mahyeldi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI),  Basuki Hadimuljono, melakukan peninjauan pembangunan jalan tol ruas Padang-Sicincin, di Kabupaten Padang Pariaman. Kamis (11/1/2024). Foto: Adpim Sumbar
Gubernur Mahyeldi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI), Basuki Hadimuljono, melakukan peninjauan pembangunan jalan tol ruas Padang-Sicincin, di Kabupaten Padang Pariaman. Kamis (11/1/2024). Foto: Adpim Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selain proyek-proyek seperti penyelesaian Bandara Mentawai, pembangunan jalan tol, pembangunan jembatan layang (fly over) di Sitinjau Lauik, masih banyak lagi proyek-proyek yang tentu tidak terlepas dari gigihnya usaha Gubernur Mahyeldi untuk mendapatkannya.

Terbaru, saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK RI, Satyawan Pudyatmoko pada Rabu (17/01/2024). Disepakati pula soal optimalisasi fungsi Hutan Lindung (HL) Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta serta hutan lindung lainnya di Sumbar.

https://www.beritaminang.com/photos/foto/foto-menteri-pupr-dan-gubernur-sumbar-saat-tinjau-tol-padang_foto2_310124091234.jpeg

Dikatakan, optimalisasi diperlukan untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi kawasan hutan lindung dan Tahura untuk penelitian, pendidikan dan pariwisata, serta mendukung pembangunan infrastruktur dan perekonomian di kawasan tersebut.

"Sebelumnya, kita telah menyampaikan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait optimalisasi hutan lindung di Sumbar, termasuk hutan lindung di Tahura Bung Hatta," ujar Mahyeldi, didampingi Asisten II Setdaprov Sumbar Arry Yuswandi, Kepala Dishut Yozarwardi, Kepala Biro Adpim Mursalim serta Kaban Penghubung, Aschari di Kantor KLHK RI.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Presiden Joko Widodo pun membuat program khusus untuk pembenahan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan, melalui program Program Integrated Participatory Development dan Management off Irigation Program (IPDMIP) dari tahun 2020-2023, dengan sumber dana loan (pinjaman) luar negeri. Dengan total pagu anggaran Rp 130,8 miliar lebih.

Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V ditugaskan untuk melakukan pekerjaan infrastruktur yang membentang Kecamatan Panti, Kecamatan Rao Selatan dan Kecamatan Rao itu.

Kepala BWS Sumatera V Dian Al Ma'ruf mengatakan, kondisi eksisting jaringan irigasi Panti-Rao pada umumnya sudah mengalami kerusakan. Dan itu wajar saja mengalami kerusakan, karena pembangunan fisik Bendung Panti Rao berikut jaringan irigasinya sudah dilaksanakan sejak 1992 dan berakhir pada 1998 dengan sumber dana murni APBN

Untuk areal Batang Sumpur melewati Taman Wisata Alam Rimbo Panti dengan panjang 2-3 km. Khusus pada area tersebut, BWS Sumatera V tidak bisa mengelola, karena berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dian juga menjabarkan, khusus pekerjaan rehabilitasi Jaringan Irigasi Panti Rao yang dilaksanakan selama empat tahun, menyelesaikan sepanjang 16,1 km jaringan dengan luasan lahan pertanian hampir mencapai 3000 hektare

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH