Reti Wafda juga menyebutkan, pengelolaan sampah laut ini merupakan salah satu agenda unggulan DKP Sumbar. Bahkan, dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak mengelola sampah jadi aset bernilai ekonomis.
"Sampah-sampah yang berhasil dikumpulkan oleh masyarakat tidak hanya menjadi beban, namun juga peluang ekonomi yang bisa dijual ke Bank Sampah. Keunikan terletak pada kemitraan strategis dengan PT Semen Padang, yang siap membeli dan mengangkut sampah laut tersebut," urainya.
Menariknya, BUMN PT Semen Padang telah menjadi pelopor dalam memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar.
"Kita melangkah lebih jauh dengan rencana kerjasama di tahun 2024 antara Semen Padang, Pemerintah Kota Padang, dan Kementerian PUPR. Mereka akan bersinergi membangun fasilitas pembakaran khusus dari sampah, menciptakan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah," tambahnya.

Selanjutnya, kata Dr. Reti Wafda M.Tp, pihaknya tak akan bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk aktif dalam pemilahan sampah dan bekerjasama dengan Bank Sampah.
"PT Semen Padang akan secara periodik mengangkut sampah laut yang dikumpulkan oleh nelayan. Sampah ini tidak hanya menjadi bahan bakar alternatif, tetapi juga menjadi sumber tabungan emas melalui konversi yang dilakukan oleh Pegadaian," tambahnya. (Adv/BM)
Editor : Berita Minang






