Penghargaan atas Penindakan dan Penegakan Hukum Terhadap Sindikasi Kejahatan Terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari BP2MI juga membuktikan bahwa Sumbar telah berupaya melindungi PMI khususnya yang berasal dari Sumbar.
Gubernur mengatakan dalam setiap penghargaan itu, Pemprov Sumbar tidak berjalan sendiri. Ada kolaborasi dan kerjasama yang terjalin apik dengan DPRD, Kabupaten dan Kota, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, bahkan pengusaha, dan berbagai komponen masyarakat, telah bahu-membahu membangun Sumatera Barat.
"Demikian banyak hasil yang telah diraih, tetapi kita tidak boleh sudah merasa puas, karena pembangunan adalah proses yang berlangsung terus-menerus. Tidak akan pernah berhenti pada satu titik. Proses pembangunan akan selalu bergerak sesuai dengan harapan dan kebutuhan manusia yang juga selalu berkembang, " kata Gubernur.

Ia mengajak semua pihak untuk terus berkontribusi dan berkolaborasi guna menjadikan Sumbar Provinsi yang maju, sejahtera, unggul dan berkelanjutan.
Kemajuan yang dicapai duet Mahyeldi-Audy bisa dilihat dari tiga faktor utama, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Angka Kemiskinan dan Profil Tenaga Kerja yang menjanjikan bagi perbaikan ekonomi daerah.
Data resmi yang dikeluarkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berdasarkan time series 10 tahun terakhir (2012-2022) di Sumatera Barat terus MENINGKAT dan tetap berada diatas nilai IPM Nasional. Bila tahun 2012 sebesar 68,36 di tahun 2022 melonjak jadi 73,26.
IPM Sumbar berada di nomor tiga tertinggi di Pulau Sumatera dan nomor sembilan secara nasional. Disamping itu, rata-rata usia sekolah di Sumbar sudah IPM tertinggai dipegang oleh Kota Padang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.
Untuk Angka Kemiskinan, Berdasarkan time series 10 tahun terakhir (2012-2022), Angka Kemiskinan Sumatera Barat cenderung MENURUN. Angka Kemiskinan mengalami lonjakan pada tahun 2021 seiring dengan berakhirnya program bantuan dalam rangka penanganan Covid-19. Kemiskinan ekstrem tahun 2022 turun menjadi 0,77% (berkurang 40.262 jiwa).
Editor : Berita Minang






