
Seperti contoh, pada tahun 2013 silam Kota Sawahlunto mampu untuk pertama kalinya meraih prediket KLA Pratama. Kemudian naik satu tingkat di tahun 2015 menjadi KLA Madya, karena disaat itu komitmen dan kebijakan Pemko Sawahlunto tentang perhatiannya terhadap lingkungan dan hak anak di implementasikan dengan lahirnya Perda nomor 3 Tahun 2014 dan Perda Nomor 14 tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Sepanjang tahun, komitmen itu terus berlanjut, meski kepala pemerintahan harus berganti. Sebelumnya dimasa Pemerintahan Almarhum Walikota Ali Yusuf dengan Wakil Walikota Ismet keseriusan untuk menjadikan Kota Sawahlunto sebagai KLA terus digenjot.
Hal ini terlihat di tahun 2017, kebijakan daerah meletakan landasan kokoh dengan cara memenuhi indikator-indikator KLA dengan 5 klaster yakni, klaster 1 terkait hak sipil dan kebebasan, klaster 2 tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan dasar, klaster 4 pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta klaster 5 tentang perlindungan khusus anak.
Melalui pola klaster KLA yang dibagun Pemerintahan Ali Yusuf - Ismet itu, di tahun 2017 yang sama Kota Sawahlunto kembali memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat sebagai peraih KLA dengan prediket Nindya. Predikat ini terus bertahan hingga pada tahun 2018 Kota Sawahlunto kembali mampu mempertahankan prediket Nindya-nya.
Ini semua dapat dilihat dari pergerakan dan kebijakan kepala daerah serta dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat terhadap pengembangan KLA. Salahsatu representasinya adalah difasilitasinya wadah organisasi anak yaitu Forum Anak Kota Arang (FAKA) sebagai wadah penyampaian aspirasi mereka dalam memperjuangkan larangan iklan promosi dan sponsor rokok, serta merokok sembarangan diruang publik.

Disamping itu Pemko Sawahlunto juga memfasilitasi lahirnya PUSPAGA KITO yang dilaunching oleh Menteri PPPA saat itu Yohana Yambise. Lainnya, peningkatan fasilitas kesehatan juga dikembangkan sejalan kebijakan pelayanan publik dengan memperhatikan sarana dan orasarana kesehatan yang ramah anak seperti telah Dilakukan Puskesmas Silungkang sehingga mendapat apresiasi dari kementrian PPA sebagai puskesmas ramah anak.
Jika programnya baik dan bermanfaat untuk masyarakat luas, landasan dan kebijakan yang telah diregulasikan diteruskan Walikota H.Deri Asta dan Wakil Walikota H.Zohirin Sayuti. Beliau dengan komitmen dan visi pemerintahannya berhasil meningkatkan katagori dari Madya ke Nindya yang bertahan selama 4 tahun, yakni dari 2018 hingga 2022 dan akhirnya kini Sawahlunto sudah berada di puncak katagori Utama, selangkah lagi KLA Paripurna.
Penghargaan KLA Utama
Editor :






