Sementara itu, Mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solsel, Desrial yang akrab disapa Pak De di Muara Labuh, Jumat (28/1/2022), menambahkan, dulu pada tahun 2019 pihak Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar mendata warisan budaya yang sudah punah atau sudah mulai hilang di pasaran untuk di usulkan ke Kementerian Kebudayaan.

Wabup Solsel Saat Berdialog Serius dengan Kepala Daerah Lain di Sumbar
"Saat itu, Solok Selatan tidak saja mengusulkan Saluang Panjang, akan tetapi juga ada juga Gandang Sarunai, danDendang buluah kasok Sedikitnya adaTetapi 21 warisan budaya yg diusulkan, ada prosesi adat, permainan anak nagari yang di usulkan saat itu," kata Desrial.
Menurut Pak De, terkait dengan telah diperolehnya sertifikat KIK Ekspresi Budaya Tradisional dari Kemenkumham RI oleh Pemkab Solsel, ke depan sudah barang tentu akan adanya kegiatan pembinaan dan pelestarian alat musik tersebut.
"Kemaren, sebelum penghargaan tersebut diterima, Pak Kadis Pariwisata, Harri Trisna, menelepon saya, dan menanyakan apakah masih ada atau siapa saja pemain alat musik Saluang Panjang tersebut yang masih ada," terang Pak De yang juga pemilik Sanggar Beringin Satu Solsel itu.
Saluang panjang itu sendiri menurut Pak De sama dengan Saluang Panjang di Darek, yang membedakannya adalah Saluang Panjang patiknya hanya tiga, sedangkan Saluang Panjang di Darek patiknya empat.

Kepala Dinas Pariwisata Solsel Saat Menerima Sertifikat KIK Saluang Panjang
Editor : Marjeni Rokcalva






