Daerah rantau berfungsi sebagai bentengnya perekonomian dikarenakan terletak dijalur perdangangan yang strategis.
Rantau Pasisia : wilayah yang berada dipinggir pantai yang menghadap ke samudera hindia, seperti tiku, pariaman, padang, painan, hingga inderapura. Daerah ini menjadi tempat berlabuhnya kapal kapal perdagangan arab, india, eropa dan cina untuk membeli rempah rempah.
Rantau aliran sungai : aliran sungai besar yang hulu sungainya ada di Sumatra barat, tetapi hilirnya bermuara ke selat malaka di timur sumatera seperti, sungai Kampar, rokan, kuantan, dan Batanghari. Sekarang wilayah ini lah yang masuk kedalam provinsi riau dan jambi. Lewat sungai sungai inilah nenek moyang orang minangkabau dulu menghidupkan pundi pundi perekonomian dengan menjual emas dan hasil hutan ke pasar internasional di selat malaka.
Dahulu, batas wilayah minangkabau ditentukan lewat tanda tanda alam, yang dilafalkan dalam kalimat adat: “Dari sikilang aia bangih hingga taratak aia hitam, Dari durian ditakuak rajo, hingga sialang balantak basi.’' Kalau dipetakan ke dalam wilayah modern saat ini, batas batas tersebut adalah:







