PADANG PARIAMAN - Tim Pengabdian Masyarakat UNP melakukan kegiatan Implementasi Liveworksheet Terintegrasi Augmented Reality (AR) dengan Pendekatan Deep Learning pada Pembelajaran Stoikiometri Sabtu, 8 Agustus 2026 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Dan kemudian akan dilanjutkan pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim, Prof. Dr. Minda Azhar. Dalam laporannya, Prof. Dr. Minda Azhar menyampaikan bahwa inovasi ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan sebuah kebutuhan. Penggunaan Liveworksheet terintegrasi dengan augmented reality (AR) dengan pendekatan Deep Learning dapat menjembatani konsep yang sulit pada materi stoikiometri sehingga menjadi lebih mudah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Koordinator MGMP Kimia Kabupaten Padang Pariaman, Aziz Prima Syahrial, S.Pd., M.M, bersama Ketua MGMP Kimia, Eva Susanti, S.Pd.
Dalam sambutannya, Bapak Aziz menegaskan bahwa kemajuan teknologi seyogianya dapat membantu proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran kimia, khususnya pada materi stoikiometri yang sering dianggap sulit oleh siswa.
Rangkaian kegiatan meliputi teori (pendekatan deep learning dan evaluasi pembelajaran sesuai Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi SOSO, tiga level representasi kimia pada materi Stoikiometri) dan workshop (pelatihan integrasi e-LKPD terintegrasi AR pada Liveworksheet).
Kegiatan ini juga melibatkan tim pengabdian yang terdiri dari Prof. Dr. Yerimadesi, M.Si, Alizar, S.Pd, M.Sc, Ph.D, Dr. Muhammad Ardi, S.Pd, M.T, Faizah Qurrata Aini, S.Pd, M.Pd, serta sejumlah mahasiswa dari Sarjana dan Magister Pendidikan Kimia UNP. Kehadiran tim ini memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Para peserta dari guru-guru kimia yang tergabung dalam MGMP Kimia Padang Pariaman menyambut antusias kegiatan ini karena memberikan solusi praktis dalam mengatasi kesulitan siswa dalam memahami perhitungan kimia.
Lebih jauh, pelatihan ini diharapkan menjadi model inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai sekolah di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat peran SMA Negeri 1 Nan Sabaris sebagai pusat pengembangan teknologi pendidikan di Padang Pariaman. (BM)
Editor : Marjeni Rokcalva






