IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Menjaga Mahkota dalam Diri Manusia

Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (7/8) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
Kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (7/8) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang. Foto ET.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Pada saat ini kita bersiap untuk melaksanakan perkuliahan semester Juli-Desember 2026 dan untuk itu Sivitas akademika diharapkan untuk mempersiapkan perkuliahan secara maksimal. Fasilitas perkuliahan harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya.

Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D.dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (7/8) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.

"Pada setiap Jum'at, Universitas Negeri Padang juga mempersilahkan sivitas akademika untuk memanfaatkan fasilitas untuk kesehatan jasmani. Sehat rohani dan sehat jasmani adalah hal utama," tambah Rektor Krismadinata, Ph.D.

Pimpinan Universitas Negeri Padang bersama Rektor UPI YPTK Padang.
Pimpinan Universitas Negeri Padang bersama Rektor UPI YPTK Padang.



Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D.menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag. yang merupakan Dosen dan Ketua LPPM UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi pada Jumat pagi ini. Pada kesempatan itu, juga hadir Rektor UPI YPTK Padang periode 2025–2029, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ridwan, S.E., M.M.

Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag. melalui ceramahnya bertopik "Menjaga Mahkota dalam Diri Manusia" menyampaikan bahwa empat hal sebagai mahkota dalam diri manusia dan mahkota yang pertama adalah akal.

"Dakam surat Al-Mulk ayat 10, Allah menyampaikan 'Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala," jelas Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag.

Pada kesempatan itu, Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag. menyampaikan bahwa dalam ayat tersebut bermakna bahwa para penghuni neraka mulai menyesali diri mereka sendiri, mereka berkata satu sama lain: “Andai saja dulu kita memakai akal dan pendengaran kita, dan mengikuti ajakan rasul menuju kebaikan dan petunjuk, niscaya kita dapat selamat dari azab neraka.

"Menjaga akal kita jangan emosi atau amarah. Orang-orang yang mampu menjaga emosi atau amarah maka akan terlihat intelektualnya," tambah Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag.

Lebih lanjut Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag. menjelaskan agama adalah mahkota yang kedua dan untuk itu marilah kita menjaga agama dengan persatuan antar umat serta beragamalah dengan sebaik-sebaiknya.

"Mahkota yang ketiga adalah rasa malu. Rasa malu adalah sebagian dari iman. Malu itu sebagian dari iman bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW (Al-haya'u min al-iman). Sifat ini menjadi pengendali diri yang mendorong seseorang untuk berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela," tukuk Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag.

Kata Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag., mahkota yang keempat adalah amal saleh dan orang yang bersungguh-sungguh dan dalam Alquran, Allah menyampaikan 'Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.

"Dalam hadis Rasulullah disampaikan Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila ia mengerjakan suatu pekerjaan, dilakukan dengan bersungguh-sungguh (profesional dan tuntas)," jelas Ustaz Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag.

Editor : Ermanto
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH