Pihaknya, berharap kedepannya para pelaku usaha (perusahaan) di Solsel mampu menggali potensi untuk mengoptimalkan ekonomi masyarakat terdampak bencana alam maupun bencana non alam.
"Jika hanya mengandalkan APBD Solsel, Kita tidak sanggup untuk pengurangan resiko bencana. Kami sudah melakukan sinergi terkait pengurangan dampak bencana alam dengan dua perusahaan yang ada di Solsel, yakni Supreme Energy dan PTPN VI. Harapannya, semua pelaku usaha bisa terlibat aktif dalam hal ini," katanya.
Kedepannya, bersama dua perusahaan tersebut dimaksimalkan upaya penghijauan dengan menanam pohon produktif disepanjang aliran sungai disekitar lokasi perusahaan. "Masyarakat silahkan mengambil hasilnya jika sudah menghasilkan namun juga butuh perawatan supaya maksimal," katanya.

Bupati Solsel Bersama Kepala BPBD Tinjau Posko Covid-19
Kemudian, di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan juga bakal dibentuk tim jaga hutan. "Kami juga sudah memfasilitasi membentuk dua nagari/desa tangguh bencana (Destana) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai upaya awal dan mitigasi," ujarnya.
Adapun yang masih belum terbentuk KSB-nya adalah Nagari Lubuk Gadang Timur, Lubuk Ulang Aling Tengah dan Nagari Lubuk Malako. Semua pembiayaan kegiatan kelompok Destana dan KSB di anggarkan dalam APB-Nagari. Sedangkan pihak BPBD hanya sebagai pembina dan pengarah teknis dalam kegiatan kebencanaan, "jelas Ricki Amran.

Aksi Cepat Tanggap BPBD dan SAR Solsel
Editor :






