Targetnya adalah mengembalikan marwah sekolah tersebut, untuk kembali unggul secara merata sebagai mana dulunya merupakan tujuan masyarakat dari berbagai daerah dalam urusan pendidikan anak. "Guna kembali membangkitkan marwah pendidikan yang dulu sangat baik, dengan mengikuti perkembangan zaman tentu memerlukan rumusan yang tepat.
Baik itu rotasi jabatan, peningkatan fasilitas sekolah yang berkaitan dengan daya kapasitas sebagai persiapan menampung masyarakat luar Padangpanjang dan Sumbar yang masuk bersekolah di kota ini. Capaiannya adalah merupakan salah satu indikator dari marwah dan martabat Kota Padangpanjang, yakni dengan lulusan sekolahnya di cap unggul.
Ini juga merupakan target kita dalam 3 tahun ke depan, menyentuh seluruhnya, termasuk sekolah agama dan smart surau dengan setiap masjid memiliki tempat-tempat pembelajaran," tutur Wako Fadly.
Selain maksimalisasi sarana dan prasarana pendidikan, Wako Fadly dan Wawako Asrul mengaku juga komitmen dalam peningkatan SDM tenaga kependidikan. Berbagai reward telah diprogram untuk memancing terlahirnya guru dan murid juara, diantaranya bonus umroh, beasiswa menulis, serta menegaskan terciptanya good managerial di sekolah-sekolah.
Termasuk juga dengan menjalin kerja sama dengan pihak lain, yakni salah satunya dengan Ruang Guru yang telah berjalan dua tahun belakangan, yang akan menjadi salah satu tolak ukur capaian pembangunan dari sektor pendidikan.
"Memang capaian belum sesuai dengan target awal, karena harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran di tengah pandemi Covid-19. Pembangunan fisik tetap berjalan, meski tidak secara masif dan belum berjalan semaksimal yang kita inginkan. Namun dorongan untuk peningkatan mutu, dapat kita bangun secara masif seperti pelaksanaan PBM secara daring dengan menyediakan sarana internet gratis di setiap kantor lurah, masjid dan mushalla untuk kepentingan peserta didik yang berdomisili di kawasan sekitar," beber Asrul menambahkan.

Wawako Drs Asrul Bicara Tentang 2 Tahun Bersama Wako Fadly Amran.
Bicara program kebijakan pemerintahan di sektor ekonomi, Wako Fadly mengaku sangat komitmen dalam mendorong pembangunan SDM entreprenueur. Salah satunya dengan target 5 tahun untuk konversi koperasi konvensional menjadi syariah, telah mencapai hampir 100 persen di tahun kedua ini. Tujuannya adalah meningkatkan daya kompetisi, dengan mengutamakan elemen kejujuran. Selain itu di tahun kedua di tengah pandemi Covid-19 ini, maksimalisasi pasar masih menjadikan salah satu program prioritas pembangunan dengan menggelontorkan dana ABPD untuk peningkatan sarana dan prasarana. Termasuk memberikan kebijakan khusus untuk penguatan stabilitas ekonomi masyarakat dengan menurunkan sewa dan memberikan stimulus.
"Ini langkah kita untuk memaksimalkan peran pasar untuk meningkatkan UMKM. Meski lesu akibat kondisi wabah, namun aktivitas pasar kita ini bisa dilihat berjalan cukup baik. Di sisi lainnya, program incubasi juga sudah berjalan luar biasa dengan salah satunya keberadaan Rumah Wirausaha, keringanan perizinan, permodalan dan bantuan perlatanan yang tetap berjalan di tahun ini. Khususnya di sektor perdagangan, kita tidak surut meski dalam terpaan Covid-19. Secara target rasanya cukup tercapai, dengan salah satu buktinya raihan penghargaan dari Kementerian," tegas Wako Fadly kembali sembari menyebut penguatan ekonomi dari sektor perdagangan akan terus dibenahani secara bertahap.
Editor :






