PAPUA - Gubernur Lukas Enembe memastikan keamanan di Wamena sudah terjamin saat ini, karena pemerintah telah menyiapkan personil Polri/TNI untuk menjaga keamanan dengan menempatkan 30 personel di tiap pintu masuk kota, ditambah pos-pos tertentu.
"Ini memberikan jaminan kepada mereka, tidak usah takut dengan keadaan ini, jangan Anda pulang, kecuali ibu atau anak yang sakit atau bermasalah baru saudara bisa bergeser ke Kabupaten Jayapura, yang lain tidak boleh pulang," ujarnya dalam wawancara khusus di rumah dinas gubernur atau Gedung Negara Provinsi Papua di Kota Jayapura, Selasa (1/10/2019) malam.
Terkait perantau Minang yang termasuk bagian dari korban dan pengungsi, Gubernur Enembe mengatakan, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit dan rombongan beserta sejumlah tokoh Minang sudah bertemu dengannya di Jayapura.
Menurut Lukas, sebelum bertemu dengannya, Wagub Sumatra Barat sudah bertemu dengan pengungsi perantau Minang di Kabupaten Jayapura dan Wamena dan menemukan bahwa sebagian dari mereka yang sudah lama tinggal di Wamena tersebut tidak mau kembali ke Sumatra Barat dan akan tetap di Wamena.
"Karena itu Pak Wagub Sumatra Barat menitipkan kepada saya, saya titipkan perantau Minang di Wamena dan daerah lainnya di Papua agar saya membantu mereka tetap aman berusaha dan mencari makan di Papua," katanya.
"Gubernur Sulawesi Selatan juga datang karena orang Bugus-Makassar juga ada yang menjadi korban meninggal dan Gubernur Sulawesi Selatan memberikan bantuan Rp1 miliar untuk penanganan pengungsi," katanya.
Gubernur Enembe mengapresiasi bantuan dari Pemprov lain, termasuk penggalangan dana yang dilakukan Pemrov Sumatra Barat untuk membantu korban dan pengungsi warga yang berasal dari Sumatra Barat.
"Kita berharap ada bantuan dari siapa saja yang peduli terhadap kejadian ini, tidak kita minta, tapi peduli masalah kemanusiaan, kita berharap mereka bisa membantu," katanya.
Pemprov Papua, kata Enembe, telah menyalurkan bantuan makanan dan minuman kepada para pengungsi dan korban. Juga memberikan perawatan kepada korban luka-luka. Untuk memulihkan rumah sakit dan fasilitas lain, juga sudah mengirimkan tenaga dokter dalam jumlah banyak ke Wamena.
Editor :






