Nantinya hasil dari Taman Pangan Terpadu ini akan mampu memenuhi ketersediaan pangan, baik untuk personel Polres Payakumbuh maupun masyarakat sekitarnya. Inilah yang menjadi contoh oleh Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menciptakan Kampung Tangguh Nusantara.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Kapolda Toni Harmanto dan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat mencoba jeruk di Taman Pangan Terpadu Polres Payakumbuh.
Kemudian, ada tiga kampung tangguh yang diresmikan Gubernur. Pertama Kampung Tangguh Kubang Gajah di Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan. Disini dilakukan pelepasan bibit ikan. Di Kampung Tangguh Nagari Koto Panjang, Kelurahan Koto Panjang Dalam dan Koto Panjang Padang Kecamatan Latina, dilakukan penanaman jagung bersama kelompok tani. Ketiga di Kelurahan Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur meresmikan Rumah Pangan Lestari.
Apresiasi Tokoh Masyarakat
Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah dan Anggota DPRD Mawi Etek Erianto menyebut dalam menghadapi wabah pandemi Virus Corona, masyarakat aktif bergerak bersama mendirikan posko-posko Covid-19 dari hasil swadaya masyarakat khusunya di Nagori Koto Panjang. Hingga periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, aturan protokol kesehatan pencegahanpun ketat dilaksanakan, hasilnya sampai saat ini kasus positif Covid-19 di nagari atau kampung tersebut nihil.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kapolda, Toni Harmanto, Danrem 032/Wirabraja, Arie G Mada, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan Kapolres Doni S. lepas bibit ikan di kolam saat peresmian Kampung Tangguh.
Dengan kuatnya ketahanan warga menghadapi pandemi itu hingga PSBB berakhir, didapatkanlah kesepakatan warga dan tokoh-tokoh nagari menjadikan kampungya yang terdiri dari dua kelurahan, Koto Panjang Padang dan Koto Panjang Dalam sebagai Kampung Tangguh Nagori Koto Panjang.
"Kami, menyampaikan ide kepada Wali Kota Riza Falepi untuk swasembada pangan di Kampung Tangguh dengan menanam jagung. Kebutuhan jagung Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota 350 Ton perhari. Biasanya peternak kita membeli jagung ke luar kota, hingga sampai impor. Maka kita ingin meningkatkan produksi di dalam negeri, khusus memulainya di Koto Panjang," ujar Dt. Majo Lobiah Nan Putiah didampingi Anggota DPRD Mawi Etek Erianto bersama Camat Latina David Bachri. (***)
Editor : Berita Minang






