Tradisi Mauluan Bogheh Dihidupkan Lagi, Pemko Payakumbuh: Jangan Sampai Adat Minang Tergerus Zaman

Tradisi Mauluan Bogheh Dihidupkan Lagi, Pemko Payakumbuh: Jangan Sampai Adat Minang Tergerus Zaman
Tradisi Mauluan Bogheh Dihidupkan Lagi, Pemko Payakumbuh: Jangan Sampai Adat Minang Tergerus Zaman
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari yang kali ini mengangkat tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Ahad (2/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan adat dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga secara bersama-sama.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
"Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga," katanya.

Menurut Elzadaswarman, falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau yang tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman.

Penulis / Wartawan:
Editor: Medio Agusta

Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Medio Agusta dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Medio Agusta sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH