Tari Pasambahan, Bagian Penting Penyambutan Tamu Adat Minangkabau

Foto Dzaky Hery Marino
Ilustrasi Tari Pasambahan, Bagian Penting Penyambutan Tamu Adat Minangkabau
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

TARI Pasambahan merupakan salah satu kesenian Minangkabau yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan dalam kegiatan adat maupun acara resmi. Tarian ini dikenal melalui gerakan penari yang tertata, iringan musik tradisional, serta penyuguhan carano berisi sirih dan perlengkapannya kepada tamu. Di Sumatera Barat, Tari Pasambahan dapat dijumpai dalam penyambutan pejabat, kunjungan tamu daerah, hingga prosesi kedatangan marapulai di rumah anak daro.

Kehadiran Tari Pasambahan memperlihatkan tata cara masyarakat Minangkabau dalam menerima orang yang datang. Penyambutan dilakukan melalui rangkaian gerak dan perlengkapan adat yang memiliki fungsi masing-masing. Penari mengawali pertunjukan dengan gerakan penghormatan, kemudian bagian penyuguhan carano menjadi salah satu momen penting sebelum tamu diterima oleh pihak tuan rumah.

Tari Pasambahan berkembang dalam berbagai bentuk penyajian. Ada kelompok yang menampilkan penari perempuan dengan gerakan anggun, sementara kelompok lain memadukan penari laki-laki dan perempuan. Dalam sejumlah pertunjukan, gerakan silek juga dimasukkan sebagai bagian pembuka. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa bentuk Tari Pasambahan dapat menyesuaikan kebiasaan sanggar dan kebutuhan acara di daerah masing-masing.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Tari Pasambahan dan Tradisi Menyambut Tamu

Tari Pasambahan dikenal sebagai tari penyambutan yang berkembang dalam lingkungan masyarakat Minangkabau. Salah satu riwayat penciptaannya menghubungkan tarian ini dengan koreografer Syofyani Yusaf pada 1962. Tari tersebut disebut pertama kali dipertunjukkan dalam penyambutan tamu kerajaan di Bukittinggi. Sejak itu, Tari Pasambahan berkembang sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan untuk menyampaikan penghormatan kepada tamu yang datang.

Catatan Redaksi (E-E-A-T): Artikel opini ini ditulis oleh Dzaky Hery Marino (Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand Padang) dan telah disunting oleh redaksi Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers.
IKLAN POSISI 15

Opini lainnya