SALUANG SIROMPAK merupakan alat musik tiup tradisional yang tumbuh di Nagari Taeh Baruah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Instrumen ini memiliki bentuk dan karakter bunyi yang berbeda dari saluang yang lebih dikenal dalam kesenian Minangkabau. Saluang Sirompak berkaitan erat dengan dendang sirompak dan tradisi basirompak, sebuah praktik ritual yang dahulu dikenal dalam kehidupan sebagian masyarakat setempat. Kini, kesenian tersebut juga dikembangkan dalam bentuk pertunjukan musik yang dapat dinikmati sebagai karya seni.
Keberadaan Saluang Sirompak memperlihatkan hubungan erat antara alat musik, suara manusia, dan konteks sosial masyarakat yang melahirkannya. Untuk memahami kesenian ini, perlu dilihat dua hal yang saling berkaitan, yakni riwayat penggunaannya dalam tradisi basirompak serta perkembangannya sebagai seni pertunjukan. Keduanya menjelaskan mengapa Saluang Sirompak memiliki kedudukan yang khas di Taeh Baruah.
Bentuk dan Karakter Bunyi Saluang Sirompak
Jumlah dan posisi lubang nada memengaruhi cara pemain mengatur tinggi-rendah bunyi. Pemain meniup instrumen sambil membuka dan menutup lubang menggunakan jari. Perubahan posisi jari menghasilkan rangkaian nada yang menjadi dasar iringan dendang sirompak. Karakter bunyinya memiliki warna tersendiri dan tidak dapat langsung disamakan dengan permainan saluang darek atau saluang jenis lain yang berkembang di Sumatera Barat.


