Menirut Sekdako Risma Hadi, sekolah Keluarga Gemilang tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus mendorong perubahan pola pikir dan perilaku, termasuk kemampuan orang tua dalam digital parenting serta membangun komunikasi keluarga yang harmonis,katanya.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor pasca pelatihan dengan peran aktif camat dan lurah dalam pembinaan berkelanjutan. Peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan,
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan berbasis delapan fungsi keluarga, meningkatkan pemahaman tentang pendidikan dan kesehatan keluarga, perlindungan anak serta pembentukan karakter, sekaligus menjadi sarana edukasi dan kolaborasi dalam mewujudkan keluarga tangguh.
Dikatakannya, kegiatan Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026 dilaksanakan sebanyak 15 kali pertemuan. Dua di antaranya berupa kuliah umum yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Kuliah umum pertama narasumber Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, yang juga merupakan inisiator sekolah keluarga. Sementara kuliah umum kedua direncanakan pada awal Juli dengan narasumber Buya Dr. Gusrizal Gazahar yang akan membahas makna dan tujuan pernikahan, Jelasnya
Editor : Medio Agusta






