Padang Panjang – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) terus memperkuat peran strategisnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pengembangan e-learning bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Padang Panjang.
Program ini mengusung tema “Pengembangan E-Learning Pembelajaran Kimia SMA Terintegrasi dari Produk Riset Unggulan Kuliah Smart” dan merupakan bagian dari Program Pengembangan Produk Unggulan Perguruan Tinggi (P3UPT). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si bersama tim dosen UNP yang memiliki kepakaran di bidang kimia, teknologi informasi, dan media pembelajaran. Program ini dirancang sebagai upaya konkret untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital yang semakin berkembang pesat.
Transformasi digital dalam dunia pendidikan saat ini menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perubahan sistem pembelajaran yang terjadi selama pandemi Covid-19 menjadi momentum penting yang mengungkap berbagai keterbatasan dalam kesiapan guru dan institusi pendidikan dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Banyak guru yang masih menghadapi kendala dalam merancang pembelajaran online yang efektif, interaktif, dan terstruktur. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital bukan lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan modern yang harus dikuasai oleh setiap tenaga pendidik.
Ketua tim pelaksana, Dr. Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si, Rabu, 8 Agustus 2022 menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi pendidikan. “Kami melihat bahwa kebutuhan akan pembelajaran digital tidak hanya muncul saat pandemi, tetapi akan terus menjadi bagian dari sistem pendidikan ke depan. Melalui program ini, kami ingin memastikan guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berbasis riset,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi platform “Kuliah Smart” dalam kegiatan ini menjadi nilai tambah penting. “Ini adalah bentuk hilirisasi riset yang langsung dirasakan manfaatnya oleh guru dan siswa. Kami berharap model ini bisa direplikasi di daerah lain,” tambahnya.
Melalui program ini, UNP menghadirkan pelatihan komprehensif yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Kegiatan dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan pemberian materi, diskusi interaktif, workshop, serta pendampingan intensif. Seluruh proses dilakukan secara daring dengan memanfaatkan platform pembelajaran online yang terintegrasi, sehingga peserta dapat merasakan langsung pengalaman belajar berbasis e-learning.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai konsep e-learning dan blended learning, serta bagaimana mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Guru juga dilatih untuk merancang Learning Management System (LMS), menyusun materi digital berbasis multimedia, mengelola kelas online secara efektif, serta menyusun evaluasi pembelajaran berbasis digital. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait publikasi karya ilmiah melalui platform digital.
Berbeda dengan pelatihan konvensional, kegiatan ini menekankan praktik langsung. Setiap peserta diwajibkan mengembangkan produk e-learning pembelajaran kimia SMA secara mandiri dengan pendampingan tim pelaksana. Dengan pendekatan ini, guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata yang siap diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Guru-guru MGMP Kimia Kota Padang Panjang aktif dalam diskusi, praktik, serta kolaborasi selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan inovasi antar guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih modern dan adaptif.
Editor : Marjeni Rokcalva






