Merespons ini, Sekda Limapuluh Kota Herman Azmar selaku Kepala Ex Officio BPBD Limapuluh Kota, sudah bersurat kepada Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM. Dalam surat yang dibuat Senin (5/6/2026), Pemda Limapuluh Kota meminta kajian teknik dan rekomendasi geologi teknik, untuk penanganan sinkhole di Situjuah Batua.
Surat dari Pemda Limapuluh Kota sudah diterima Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria. Bahkan, Badan Geologi sudah menyampaikan tanggapan lewat website resmi (https://geologi.esdm.go.id/media-center/tinjauan-geologi-teknik-kejadian-sinkhole-di-jorong-tanah-tepi-nagari-situjuah-batua-) dan akun media sosial Badan Geologi, Selasa (6/1/2026).
Dalam tanggapannya, Badan Geologi Kementerian ESDM menulis, fenomena sinkhole pada umumnya terjadi pada batugamping. Namun, sinkhole di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Situjuah Batua, bukan terjadi pada endapan batuan vulkanik, melainkan karena proses erosi buluh.
Ketiga, proses kejadian: terbentuk rekahan secara perlahan yang menjadi jalur aliran air bawah tanah. Keempat, tataguna lahan: pertanian intensif, sistem irigasi buruk, dan alihfungsi lahan. Kelima, graudien hidraulik air tanah.
Editor : Medio Agusta






