“Bukittinggi adalah kota beradat, berbudaya dan tengah diupayakan menjadi kota pejalan kaki. Banyak orang datang ke Bukittinggi untuk berwisata, bekerja, makan, dan bersekolah. Maka, atas nama pemerintah pusat maupun daerah, kita harus memikirkan langkah -langkah untuk menjadikan kota ini semakin maju,” ungkap Ramlan.
Pemerintah menilai, sebagai kota sejarah, Bukittinggi memiliki posisi yang istimewa. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperhatikan berbagai aspek penataan kota. Di antaranya pembangunan gedung parkir, penataan kabel listrik bawah tanah dan tidak mengganggu keindahan, serta penyediaan akses transportasi wisata dari Jam Gadang menuju Ngarai Sianok dengan dukungan tiga unit mobil dari Dinas Perhubungan yang beroperasi pada jam tertentu.
Selain itu, pembangunan jalan tol Padang – Sicincin yang akan diteruskan ke Malalak pada tahun 2026 juga menjadi perhatian. Akses ini akan mempercepat arus kunjungan ke Bukittinggi, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai kota perdagangan, pariwisata dan pendidikan.
Sementara, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I, Benny Hermawan,mengatakan, mimpi besar Walikota Bukittinggi untuk menghadirkan komitmen nyata dalam pembangunan Bukittinggi patut didukung. Pemerintah pusat akan terus mengawal, memperbaiki, serta membuka ruang perbaikan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat.
Editor : Medio Agusta






