Dalam pembukaan diskusi ini Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang terintegrasi berupa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta vaksinasi dalam upaya menurunkan beban penyakit pneumonia di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD, K-AI, FINASIM, selaku Penasihat Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, serta guru besar di bidang ilmu penyakit dalam khususnya alergi dan imunologi klinik memaparkan fenomena penurunan imunitas yang terjadi seiring bertambahnya usia maupun akibat penyakit penyerta. “Vaksinasi menjadi kunci penting dalam memperkuat daya tahan tubuh kelompok dewasa dan lansia terhadap infeksi pneumokok,” ujar Prof. Samsuridjal.
Senada dengan itu, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH selaku Ketua Umum PP PAPDI 2025-2028, menegaskan bahwa upaya memperluas cakupan vaksinasi pneumonia menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit menular di Indonesia. “Vaksinasi merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat
Sebagai penutup, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, selaku Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, menyampaikan pembaruan penting terkait Jadwal Imunisasi Dewasa 2025. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah merekomendasikan vaksinasi pneumokok pada orang dewasa. Vaksin pneumokok yang saat ini tersedia dan dapat diberikan kepada orang dewasa antara lain vaksin pneumokok jenis konjugat untuk orang dewasa mulai usia 18 tahun atau vaksin pneumokok polisakarida untuk orang dewasa mulai usia 50 tahun. Vaksin pneumokok konjugat terbaru yaitu PCV-20 telah mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada September 2024 dan kini telah tersedia di berbagai rumah sakit di Indonesia.
Editor : Marjeni Rokcalva






