Dikatakan Raja Juli Antoni, sekitar 8,3 juta hektar kawasan hutan telah diberikan pengelolaannya pada rakyat, mencakup 11,015 unit SK perhutanan sosial pada 1,4 juta rakyat indonesia. "Kita masih punya data indikatif, sekitar 5 juta hektar perhutanan sosial dapat berpotensi untuk kita distribusikan lagi pada masyarakat", ulasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan yang berkelanjutan, melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan negara atau hutan hak/hutan adat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menjaga dinamika sosial budaya. " Perhutanan sosial diharapkan dapat memberikan solusi kebutuhan rumah tangga pedesaan, seperti bahan bakar kayu, pakan ternak serta mendukung ketahanan pangan nasional secara luas", ucap Anggota DPR RI yang akrab disapa Titiek Suharto itu.
Dalam sambutannya, Bupati Limapuluh Kota H. Safni mengucapakan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan gelar karya perhutanan sosial proyek SSF (Strengthening of Social Forestry in Indonesia Project) Kementerian Kehutanan. "Semoga kegiatan ini menjadi ruang strategis multipihak untuk merayakan capaian, berbagi pembelajaran dan memperkuat jejaring usaha perhutanan", tukasnya.
Dipenghujung kegiatan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi beserta Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy dan Bupati Limapuluh Kota H. Safni berkesempatan melakukan penyerahan Small Grant senilai 3 Milyar Rupiah dan penyerahan dokumen legalitas KUPS Enterprise serta pelepasan Ekspor perdana Kopi KUPS ke Dubai. (Do)
Editor : Medio Agusta






